Aksi Window Dressing Bakal Kerek IHSG

Aksi Window Dressing Bakal Kerek IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi semakin menggeliat pada perdagangan hari ini, Senin (20/11), seiring mulai maraknya manajer investasi melakukan aksi window dressing. Window dressing merupakan strategi yang dilakukan oleh perusahaan manajer investasi untuk mempercantik portofolio atau performa keuangan sebelum ditampilkan kepada klien atau pemegang saham.

Selain manajer investasi, emiten juga kerap kali melakukan hal ini agar harga saham tampak positif pada laporan keuangan tahunan atau annual report.

Analis Royal Investium Sekuritas Wijen Ponthus mengatakan, sektor pasar modal sebenarnya belum memiliki sentimen positif yang dapat menggerakan laju IHSG lebih kencang lagi. Namun, sentimen window dressing cukup mampu membuat indeks bertahan di zona hijau.

“Sejauh ini sebenarnya tidak ada yang menarik. Ini naik karena euforia jelang akhir tahun saja, dengan kata lain, lanjut Wijen, pergerakan IHSG tidak selalu sejalan dengan pemberitaan yang ada. Pasalnya, pasar modal justru dihadapkan dengan berita negatif, di mana keputusan Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga di level 4,25 persen tidak sesuai dengan prediksi pasar.

Informasi PMB Pendaftaran Online Login Pendaftar
  Chat Kami via WhatsApp  

“Kemudian rupiah juga masih di situ-situ saja, masih sekitar Rp13.500 per dolar Amerika Serikat (AS),” sambung Wijen. Sementara itu, Wijen berpendapat, berkat aksi window dressing yang dilakukan perusahaan manajer investasi dan emiten maka IHSG berpotensi kembali cetak rekor baru dalam pekan ini.

“Rentang pergerakan agak lebar untuk satu pekan, bisa di level 5.920 sampai 6.150,” pungkas Wijen.

Sependapat, Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya juga meramalkan IHSG dapat bergerak di teritori positif dengan rentang support 5.972 dan resistance 6.123. “Hal ini terlihat dari sisi fundamental perekonomian yang masih cukup kuat” papar William dalam risetnya.

William menilai, pola pergerakan IHSG sejatinya masih dalam tren kenaikan dalam jangka pendek dan panjang. Sementara itu, jika terjadi momen koreksi, maka pelaku pasar diharapkan melakukan akumulai beli.

Sekadar informasi, IHSG sepanjang pekan lalu menguat 0,49 persen ke level 6.051. Kemudian, nilai kapitalisasi pasar naik 0,42 persen menjadi Rp6.693 triliun.

Hal ini tidak sejalan dengan kondisi bursa saham Wall Street yang negatif pada akhir pekan lalu. Terpantau, Dow Jones turun 0,43 persen, S&P500 terkoreksi 0,26 persen, dan Nasdaq Composite melemah 0,15 persen.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.