Evaluasi Keuangan Jelang Tutup Tahun

Evaluasi Keuangan Jelang Tutup Tahun

Sebentar lagi tahun 2017 berakhir dan berganti kalender menjadi tahun 2018. Menjelang akhir tahun seperti ini, banyak orang mulai sibuk mengambil cuti dan pergi berlibur, ada juga yang tengah mengejar deadline pekerjaan sebelum tutup tahun. Sebelum pergantian tahun, banyak orang juga biasanya mulai membuat resolusi tahunan. Nah, sebelum sampai ke sana, langkah evaluasi tahunan penting Anda lakukan. Review atau evaluasi kondisi keuangan sepanjang tahun perlu Anda lakukan.

Mengapa demikian? Melalui evaluasi, Anda akan mengetahui dengan obyektif kondisi finansial sepanjang tahun ini. Dari sana, Anda bisa melihat apa capaian yang berhasil teraih, apa yang gagal, apa penyebab kegagalan, dan lain sebagainya. Dengan demikian, Anda bisa menyusun target-target baru untuk tahun depan.

Berikut ini langkah-langkahnya:

1. Perbarui data neraca keuangan

Informasi PMB Pendaftaran Online Login Pendaftar
  Chat Kami via WhatsApp  

Bila Anda selama ini rajin mengisi informasi di laporan keuangan pribadi, memperbarui data neraca keuangan adalah hal mudah. Anda tinggal mengisinya dengan informasi terakhir kondisi kekayaan Anda. Tapi, bagaimana bila selama ini belum punya neraca keuangan?

Mulailah dengan mendaftar aset, mulai dari aset likuid seperti tabungan, deposito, emas, reksadana pasar uang, dan lain sebagainya. Lalu, isi juga informasi aset investasi bila Anda memilikinya, seperti reksadana, properti, saham, obligasi, sukuk, dan lain-lain.

Juga, aset guna antara lain, rumah dan mobil yang Anda gunakan, perhiasan yang Anda kenakan, dan lain sebagainya. Nah, setelah semua aset terdaftar, Anda perlu mencatat pula daftar beban kewajiban seperti sisa cicilan mobil, cicilan rumah, utang kartu kredit, juga utang-utang lain yang Anda tanggung.

Dari dua sisi informasi tersebut, Anda bisa mendapatkan nilai kekayaan bersih Anda. Bagaimana bila ternyata angkanya defisit? Itu berarti kondisi keuangan Anda perlu perhatian lebih serius karena terlalu banyak menanggung utang.

2. Cek lagi nilai penghasilan setahun terakhir

Setiap menerima gaji, Anda juga menerima slip berisi informasi nilai gaji. Bila Anda rajin mendokumentasikan slip gaji, Anda bisa dengan mudah mengetahui total nilai penghasilan Anda selama setahun terakhir. Begitu juga bila ada bonus-bonus di luar gaji rutin.

Dengan mengetahui nilai penghasilan selama setahun terakhir, Anda bisa membuat proyeksi target penghasilan tahun depan. Selain itu, Anda juga bisa melihat, dari nilai penghasilan selama setahun itu, berapa yang terpakai untuk biaya hidup, berapa yang Anda berhasil sisihkan sebagai tabungan masa depan, dan lain sebagainya.

3. Teliti arus pengeluaran minimal dalam 3 bulan terakhir

Idealnya Anda perlu mengecek histori pengeluaran dalam setahun terakhir. Namun, bila catatan keuangan Anda masih belum lengkap, Anda bisa melihatnya dalam rentang 3 bulan terakhir saja. Telitilah berapa nilai pengeluaran Anda, apakah banyak pengeluaran tak terduga? Apakah Anda sering sering overbudget?

Catat titik-titik rawan kebocoran anggaran rumah tangga dan dari sana, Anda bisa menentukan strategi ke depan untuk mengurangi kebocoran tersebut.

Setelah data pendapatan dan pengeluaran sudah lengkap, Anda bisa menghitung kondisi arus kas. Apakah defisit atau surplus? Bila sampai defisit, apa penyebabnya dan bagaimana solusinya supaya tidak terus berlangsung tahun depan?

4. Hitung indikator kesehatan dompet

Setelah data-data utama keuangan sudah ada, Anda bisa mudah mengukur kesehatan finansial Anda.

Mulai dari rasio likuiditas (jumlah aset berupa kas atau setara kas dibagi jumlah pengeluaran bulanan), rasio tabungan (nilai tabungan tahunan dibagi dengan jumlah pendapatan tahunan, angka ideal 10 persen), rasio kemampuan pelunasan utang (beban cicilan utang per tahun atau per bulan dibagi nilai pendapatan per tahun atau per bulan, angka ideal di bawah 35 persen), rasio solvabilitas (nilai total kekayaan bersih dibagi total aset, angka ideal minimal 50 persen).

5. Evaluasi tujuan keuangan

Anda tentu sudah memiliki tujuan keuangan. Misalnya, tahun 2017 ini Anda menargetkan bisa mengumpulkan uang muka KPR agar bisa membeli rumah incaran. Nah, saatnya mengecek, apakah sudah mencapai target?

Atau, masih jauh dari target? Anda bisa melihat apa penyebab kegagalan tersebut dan apa solusi terbaik supaya tujuan keuangan tetap bisa tercapai.

Nah, itulah 5 langkah evaluasi keuangan akhir tahun yang perlu Anda lakukan sebelum kalender berganti menjadi 2018. Dengan harapan, tahun depan, kondisi finansial Anda bisa lebih sehat dan tujuan keuangan dapat tercapai sesuai harapan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.