Gubernur BI Siapkan Lima Jurus Kontrol Inflasi

Gubernur BI Siapkan Lima Jurus Kontrol Inflasi

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo memaparkan lima hal yang perlu menjadi perhatian dalam mengendalikan inflasi. Sebelumnya, BI memperkirakan inflasi tahun ini akan berada di kisaran 4 plus minus 1 persen. Tahun depan, target inflasi BI ditekan menjadi kisaran 3,5 plus minus 1 persen.

“Pertama, melanjutkan dan mempercepat pembangunan infrastruktur nasional yang saat ini telah menjadi fokus utama agenda kerja pemerintah,” tutur Agus saat menyampaikan laporan kepada Presiden Joko Widodo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2017 di Hotel Grand Sahid Jakarta.

Selain percepatan pembangunan infrastruktur, pemerintah juga perlu menjaga ketersediaan pasokan pangan melalui pengaturan produksi dan penguatan kelembagaan.

Kedua, perlu dilakukan percepatan efisiensi tata niaga komoditas pangan. Selanjutnya, di tengah kemajuan teknologi, pengembangan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) perlu diperkuat agar ketimpangan informasi harga pangan tidak terjadi. Jika informasi timpang maka peluang spekulasi harga berlebihan bisa terjadi.

Informasi PMB Pendaftaran Online Login Pendaftar
  Chat Kami via WhatsApp  

Terakhir, pemerintah dan BI juga harus memperhatikan ketepatan penentuan waktu penetapan harga energi domestik agar dampak lanjutan kepada inflasi barang dan jasa lainnya dapat diminimalkan.

Agus mengungkapkan, tahun lalu, indeks harga konsumen (IHK) mengalami inflasi terendah sejak 2010, 3,02 persen. Rendahnya inflasi tahun 2016 tercatat merata di berbagai wilayah Indonesia.

“Angka inflasi tahunan di berbagai daerah tercatat rendah seperti di Jawa 2,59 persen, Kalimantan 3,4 persen, Sumatera 4,53 persen, di kawasan timur Indonesia inflasi juga tercatat cukup rendah di Sulawesi 2,27 persen, Bali Nusa Tenggara 2,93 persen, dan Maluku Papua 3,07 persen,” ujarnya.

Inflasi terkendali juga berlanjut sampai pertengahan tahun 2017. Secara tahun berjalan (year to date) tercatat inflasi 2,38 persen. “Bahkan, secara khusus inflasi IHK pada periode puasa dan Lebaran di Juni 2017 merupakan inflasi terendah untuk periode Lebaran selama enam tahun terakhir,”jelasnya.

Lebih lanjut, rendahnya inflasi tak lepas dari kerja keras BI dan pemerintah yang tergabung dalam tim pengendalian inflasi daerah (TPID) dalam berinovasi untuk mengendalikan harga. Jumlah TPID ini saat ini mencapai 524.

“Kami sangat apresiasi berbagai kebijakan yang ditempuh TPID yang jumlahnya mencapai 524. Di 34 provinsi dan 490 kabupaten kota terutama dalam menjangkau atau menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan terus komunikasi kepada masyarakat,” ujarnya

Sumber : CNN Indonesia

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.