Sirclo Gandeng MallSampah Kelola Sampah UMKM

Sirclo Gandeng MallSampah Kelola Sampah UMKM

Data Kementerian Lingkungan Hidup menyebutkan bahwa 60 persen sampah berakhir di tempat pembuangan akhir, 30 persen tidak terkelola, dan hanya 10 persen yang berhasil di daur ulang.

Sampah yang tidak berhasil di daur ulang dan menumpuk di udara terbuka berdampak pada perubahan iklim dan pemanasan global. Dengan jumlah UMKM yang ditargetkan mencapai 14,5 juta tahun ini, kegiatan bisnis sektor ini tentu berkorelasi emisi dan sampah yang dihasilkan.

Berangkat dari kondisi tersebut, Sirclo, perusahaan omnichannel commerce enabler, menginisiasi program pengelolaan sampah dari UMKM yang berada dalam ekosistemnya menjadi barang daur ulang dan bernilai ekonomi.

Inisiatif ini sekaligus mendukung peringatan Hari Lingkungan Hidup Internasional yang diperingati setiap tanggal 5 Juni dan bekerja sama dengan MallSampah, sebuah platform end-to-end pengelolaan sampah/limbah menjadi barang daur ulang yang produktif dan bernilai ekonomi.

“Kami menyadari adanya urgensi pengelolaan sampah seiring dengan meningkatnya laju pertumbuhan UMKM di Indonesia. Oleh karena itu, edukasi kepada pelaku usaha industri kecil terkait penanganan dan pengelolaan limbah hasil usaha sangatlah penting,” kata Jiwo Damar Anarkie, Impact Manager, Sirclo.

“Sebagai perusahaan teknologi yang menyediakan ekosistem bisnis terpadu, kolaborasi strategis dengan MallSampah ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak pelaku usaha untuk menerapkan sustainability dan strategi inovatif dalam prosesnya.”

“Kami menyadari, kepedulian terhadap pengumpulan dan pendaurulangan sampah yang bertanggungjawab membutuhkan solusi hand in hand pada semua stakeholders termasuk pelaku usaha (UKM) agar mereka terampil dan konsisten dalam memulihkan produk pasca-konsumsi,” kata Adi Saifullah Putra, CEO & Founder, MallSampah Indonesia.

“Sebagai inovasi digital yang mengoptimalkan implementasi sistem manajemen persampahan berbasis ekonomi sirkular, MallSampah berkolaborasi dengan Sirclo untuk memperkenalkan sistem daur ulang sampah yang real time dan efisien secara masif dengan pendekatan bottom-up dan berdampak ekonomis serta tetap menjaga keberlangsungan lingkungan.”

Menurut Bank Dunia, 40 persen penduduk kota di Indonesia belum memiliki akses pengumpulan sampah dasar. Hal ini akan menyebabkan kenaikan produksi sampah di perkotaan per harinya dari 105 ribu ton per hari menjadi 150 ribu ton per hari, angka ini meningkat 42 persen.

Studi internal Sirclo juga menyebutkan, 1 UMKM di sektor perdagangan menghasilkan 2 kg sampah setiap harinya atau 60 kg per bulan.

Angka tersebut  belum dihitung dari jumlah sampah rumah tangga pelaku UMKM yang rata-rata menyumbangkan 1 kg sampah per hari. Dengan kondisi ekosistem SIRCLO saat ini, ada setidaknya 500 kg – 1 ton sampah dapat dihasilkan setiap harinya.

Inisiatif ini diawali dengan pelaksanaan Webinar Pengelolaan Sampah untuk Rumah Tangga dan UMKM pada 24 Juni 2022 lalu. Program kemudian akan dilanjutkan dengan pengumpulan sampah per kategori, pengambilan sampah oleh mitra MallSampah, sampai kegiatan daur ulang hingga Agustus 2022. Diharapkan kegiatan diikuti secara aktif oleh 100 mitra UMKM Sirclo.

Setiap proses dalam inisiatif ini didukung oleh teknologi dari MallSampah untuk mengetahui jejak pengelolaan sampah, kapan dan dimana pengambilannya, berapa lama proses daur ulang, hingga hasil dari daur ulang sampah tersebut.

Diharapkan dengan digitalisasi inisiatif ekonomi sirkular ini, SIRCLO dapat memantau jejak sampah yang dihasilkan dan menjadi apa sampah yang dihasilkan tersebut.

Setelah pilot project ini selesai, inisiatif ekonomi sirkular dikelola menjadi gerakan green economy dan kapasitasnya akan diperluas dengan menjangkau gudang Sirclo, principal brand, serta distributor yang bekerjasama.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.