Wow, Jutaan Anak Milenial Bermain Game Setiap Hari

Wow, Jutaan Anak Milenial Bermain Game Setiap Hari

Game tidak hanya dimainkan di perangkat konsol seperti PlayStation 4, Xbox One atau di PC, game juga bisa dinikmati di platform mobile. Game bahkan sudah menjadi hobi bagi sebagian orang, sehingga mereka betah berjam-jam bermain game favorit.

Salah satu game yang kini menjadi sorotan ialah ‘PlayerUnknown’s Battlegrounds’ (PUBG), game shooter yang dikaitkan dengan aksi terorisme yang pernah terjadi di masjid Selandia Baru. Bahkan, PUBG kian menjadi perhatian ketika game tersebut menampilkan objek yang menyerupai ka’bah.

Game PUBG hanya satu dari banyak game sejenis yang mengusung tema tembak-menembak atau battle royale. Selain PUBG, gamer di Tanah Air juga memiliki banyak pilihan permainan yang tersedia gratis di toko aplikasi seperti Google Play atau App Store.

Berapakah jumlah gamer di Indonesia? Menurut Ferdinandus Setu, Plt. Kepala Biro Humas Kominfo, ada sekira 142 juta pengguna internet di Indonesia, di mana 30 juta anak milenial aktif bermain game.

Informasi PMB Pendaftaran Online Login Pendaftar
  Chat Kami via WhatsApp  

“Dari 142 juta pengguna akses internet, data kami menunjukkan sekitar 30 juta anak milenial aktif bermain game setiap harinya,” kata Ferdinandus Setu.

Lebih lanjut ia mengatakan, game seharusnya didasari dengan batasan umur. “Ada game yang cocok untuk usia 3 tahun, 7 tahun, 13 tahun, 18 tahun, bahkan ada game yang tidak masuk ke kategori keseluruhan itu. Itu games yang sudah melampaui target, dia sudah ada unsur pornografi, kekerasan sangat vulgar, itu bisa kita blokir. Kita bisa cegah peredarannya di Indonesia,” jelasnya.

Seperti diketahui, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) belum menentukan apakah game PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) dan sejenisnya akan dilarang.

“Hasilnya masih awal, belum ada sikap,” kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, usai berdiskusi bersama MUI, ahli psikologi dan asosiasi e-Sports, di Jakarta, Selasa, seperti dikutip dari Antaranews.

Menurut Semuel, pertemuan tidak secara spesifik membahas mengenai game PUBG, namun game online secara keseluruhan.

Jika game dianggap mengandung kekerasan, menurut dia, perlu ada penjelasan sejauh mana sebuah aksi dikategorikan sebagai kekerasan. [dEe]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.